kelebihan pers jokowi bidang proyek pembangunan
”menurut dia
Indonesia masih jauh tertinggal dari berbagai inovasi itu. Ini disebabkan
masyarakat Indonesia kerap terjebak pada hal yang tidak produktif seperti
demonstrasi dan saling menjelekkan satu sama lain.AdvertismentJokowi pun
meminta masyarakat untuk menghindar hal-hal tak produktif seperti itu agar
Indonesia bisa bersaing. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta Indonesia
untuk mengubah etos kerja dan disiplin."Fisik,
masalah infrastruktur, pelabuhan, listrik, tol, airport, bisa kita
bangun dengan cepat. Anggaran ini siap," kata Jokowi."Tapi
hal-hal yang berkaitan dengan karakter bangsa, hal yang berkaitan dengan
nilai-nilai etos kerja, disiplin nasional, kalau tidak kita ubah, tidak ada
artinya infrastruktur itu. Tidak ada artinya," tambah dia."Presiden Joko Widodo meminta para menteri mempercepat pelaksanaan
proyek-proyek infrastruktur yang merupakan kerja sama dengan pihak lain
yang hingga saat ini belum juga dimulai.
"Ada proyek pelabuhan,
kilang dan lainnya, pokoknya pertanyaannya mengapa belum mulai juga,"
kata Menko Perekonomian Darmin Nasution usai pertemuan Presiden Jokowi
dengan menteri-menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan Jakarta,
Selasa (8/8/2017)
Menurut Darmin, Presiden Jokowi mengingatkan
agar investasi segera masuk ke Indonesia antara lain dengan mempercepat
pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur dengan pihak asing.
"Presiden meminta agar sejumlah proyek diberi perhatian, walaupun ini sebenarnya sudah proyek lama," kata Darmin.
Senada dengan Darmin, Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan mengungkapkan
Presiden Jokowi memerintahkan semua proyek infrastruktur dipercepat,
dipermudah prosesnya.
"Itu perintah Presiden, misalnya seperti
proyek listrik di mana saja, Pelabuhan Patimban Subang, jalan tol, LRT,
nanti semua LRT tidak elevated lagi tapi di bawah tanah supaya costnya
lebih efisien," katanya.
Ia menegaskan percepatan itu untuk semua proyek infrastruktur.
"Semua dipercepat, jangan terlalu banyak negosiasi yang nggak jelas," katanya.
Sementara Menhub Budi Karya Sumadi menyebutkan Presiden minta
pengerjaan Proyek Pelabuhan Patimban, kereta cepat Jakarta-Surabaya
dipercepat, termasuk negosiasi dengan semua partner.
"Intinya Pak Presiden ingin agar dilakukan suatu percepatan semua proyek-proyek kerja sama.
Untuk Patimban saya sore ini akan ketemu Dubes Jepang dan saya akan
klarifikasi berbagai hal. Sebelum ini saya sudah rencanakan pertemuan
dengan Dubes Jepang untuk menyiapkan proyek kereta cepat
Jakarta-Surabaya," katanya.
Ia menyebutkan untuk kereta api cepat Jakarta-Surabaya saat ini sedang dilakukan joint study Indonesia dengan JICA.
"Kalau untuk Patimban, sekarang kita menyiapkan syarat-syarat
administrasi yang akan kita ajukan September 2017 kepada JICA," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar